Foto-Foto Musik Special SCTV~ Nidji-Letto-Kerispatih

July 18th, 2006 by letto

Noe Letto & Giring Nidji


Posted by All About Letto to .:: [All About LETTO] ::. at 7/14/2006 06:39:00 AM

Foto-foto lain bisa dilihat di www.the-letto.blogspot.com

Musik Spesial: Bicara Cinta Bersama LEtto, Nidji & Kerispatih

July 18th, 2006 by letto
SAATNYA bicara cinta.
Tak cuma soal kebahagiaan, tapi juga kepedihan.
Malam nanti, tiga band baru yang tengah naik daun akan mengajak Anda menyelami arti cinta.
Ada Nidji dengan musik "pelanginya", Kerispatih yang akan melantunkan tembang classy-nya, dan musik Letto yang mengawinkan nada-nada pentatonik gamelan dengan musik modern.

Nidji. Meski terbilang anyar, grup yang mengusung konsep musik alternative pop ini ternyata sudah punya jadwal manggung yang sangat padat.
Tak mengherankan, mengingat performa Giring (vokal), Rama (gitar), Ariel (gitar), Randy (kibor), Andro (bas), dan Andri (drum) di atas panggung memang patut diacungi jempol.
Hebatnya lagi, gramatikal Inggris mereka begitu kaya.

Hingga label yang menaungi mereka berani merilis album debut ini dalam 2 versi: full-Inggris dan campuran Indonesia-Inggris.

Band yang juga terbilang pendatang baru adalah Kerispatih.
Grup yang 100% terdiri atas mahasiswa IMI ini memang beruntung.
Baru saja merilis album pertama bertajuk Kejujuran Hati, penggemarnya sudah melimpah.
Lagu band yang digawangi Sammy (vokal), Badai (piano, synthesizer), Andika (bas), Arief (gitar), dan Anton (drum) ini memang punya kekuatan, romantis dan classy.

Sementara, band lain yang dapat perhatian di album perdananya adalah Letto.
Sebenarnya mereka bukan band baru.
Sebelumnya Noe (vokal/kibor), Patub (gitar), Arian (bass), dan Dedi (drum) pernah masuk di kompilasi Pilih 2004 dengan menyodorkan tembang berbahasa Inggris I`ll Find Away yang mendapat sambutan cukup bagus.
Dan kini, mereka diberi kesempatan untuk merilis album utuh yang diberi titel Truth, Cry, and Lie yang ternyata sukses terjual lebih dari 75 ribu keping.

Lantas, seromantis apa kalau tiga band pendatang baru ini bicara cinta dalam satu panggung? Tunggu nanti malam, dan biarkan aksi mereka yang menjawabnya.


Posted by All About Letto to .:: [All About LETTO] ::. at 7/13/2006 03:52:00 PM

Profil Letto: Dedy Riyono (Dedy)

July 12th, 2006 by letto

Cowok kelahiran Yogyakarta, 23 januari 1987 ini merupakan personel Letto yang paling muda. Iapun mengaku ‘tercebur’ ke jalur musik lantaran Patub, kakaknya yang merupakan gitaris Letto sering memutar lagu-lagu Queen di kamarnya.
"Kebetulan sejak kecil, aku memang sekamar sama Patub. Setiap hari, dia sering banget muterin lagu-lagunya Queen. Mungkin dari situ akhirnya aku juga suka musik." cerita Dedy.

Tentang keahliannya menggebuk drum, Dedy bercerita kalau itu bermula lantaran sejak TK, ia sudah mulai aktif mengikuti drumband di sekolahnya.
"Dulu tuh aku nggak mau masuk TK yang nggak ada drumband-nya. Waktu masuk SD jug abegitu. Sampai Kelas 2 SD, aku ikutan drumband. Setelah itu aku sudah mulai ikut-ikutan ngejams sama anak-anak Letto yang sekarang." cerita Dedy yang mengaku tidak pernah mengikuti sekolah formal khusus drum.
"Jadi memang otodidak aja. Mungkin karena aku sudah sering latihan drumband, jadinya tidak terlalu mengalami kesulitan," jelas putera kedua dari pasangan Muntarno dan Suryati ini.

Selengkapnya di www.the-letto.blogspot.com

——–
Posted by All About Letto to .:: [All About LETTO] ::. at 7/13/2006 06:48:00 AM

Profil Letto: Agus Riyono (Patub)

July 12th, 2006 by letto

Personil Letto yang biasa disebut Patub ini mengaku sudah mengenal dunia musik sejak masuk TK di Taman Siswa Yogyakarta.
Terjun ke dunia Band dimulai sejak ia duduk di bangku SMP dan sering memainkan lagu-lagu milik Koes Plus.
Kemudian pengenalan akan musik berlanjut ke aliran rock seperti Scorpion, Queen dan Led Zeppellin.

Ketika bangku kuliah, cowok kelahiran 2 Agustus 1979 ini mengubah aliran musik lebih ke arah classic rock.
Ia juga mengaku sempat merasakan menjadi drumer, tetapi hanya sesaat.
Sebab lama kelamaan ia lebih fokus ke gitar sampai akhirnya bergabung di LETTO.
Patub mengaku belajar musik secara otodidak.
Sebenarnya, patub yang berperawakan kurus ini ingin sekolah formal dibidang musik agar bisa mengetahui teknik dan metode main gitar yang benar.
Hanya saja, keinginan sarjana pertanian UGM tersebut belum kesampaian lantaran sibuk show LETTO yang padat sekali……………………..

……………..

Selengkapnya di www.the-letto.blogspot.com



Posted by All About Letto to .:: [All About LETTO] ::. at 7/11/2006 12:40:00 PM

Profil Letto: Ari Prastowo (Arian)

July 10th, 2006 by letto

Selain kota pendidikan, Yogyakarta juga dikenal sebagai kota yang memiliki jiwa seni yang tinggi, baik itu kesenian tradisional maupun kesenian modern. Dan itu juga yang dirasakan pembetot bass grup LETTO ini. bahkan ia mengaku darah seni yang dimilikinya sudah ia rasakan sejak masih dalam kandungan. Ibunya yang merupakan penabuh kendang rupanya sering main gamelan bersama grupnya waktu mengandungnya.

Selengkapanya di www.the-letto.blogspot.com


Posted by All About Letto to :::: All About LETTO :::: at 7/10/2006 05:14:00 PM

Kord Gitar: Sampai Nanti Sampai Mati

July 9th, 2006 by letto

Intro: D GM7 (2x)
D GM7
Kalau kau pernah takut mati… sama…
D GM7
Kalau kau pernah patah hati…aku…juga…iya
D GM7
Dan sering kali sial datang dan pergi…
D GM7
Tan…pa permisi… kepadamu…
D GM7 D GM7
Suasana hati… tak peduli…

Int: D GM7 (2X)
D GM7
Kalau kau kejar mimpimu… salut
D GM7
Kalau kau ingin berhenti… ingat ‘tuk mulai lagi…
D GM7
Tetap semangat … dan teguhkan hati…
D GM7 D GM7
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai mati…
F G Am Bb
Kadang… memang… cinta yang terbagi…
F G Am Bb F G Am Bb
Kadang… memang… sering… kali… mimpi tak terpenuhi…
F G Am Bb
Sering kali…

Int: D GM7 (4x)
D Gm7
Tetap semangat … dan teguhkan hati…
D GM7
Di… setiap hari…sampai nanti…
D GM7
Tetap melangkah… dan keraskan hati…
D GM7 D GM7 D
Di… setiap hari… sampai nanti… sampai nanti… sampai mati…

Kord Gitar: Sandaran Hati

July 9th, 2006 by letto

Intro: F#m A (2x)

F#m A
Yakinkah ku berdiri, di hampa tanpa sepi

F#m F A
Bolehkah aku mendengarmu

F#m A
Terkubur dalam emosi, tanpa bisa sembunyi

F#m E A
Aku dan nafasku merindukanmu

Int: F#m A F#m E A

F#m A
Terpurukku di sini, teraniaya sepi

F#m E A
Dan kutahu pasti kau menemani… yeah

D E
Dalam hidupku, kesendirianku

F#m A
Reff: Teringat ku teringat, pada janjimu ku terikat

D F#m E
Hanya sekejap ku berdiri, kulakukan sepenuh hati

F#m A
Tak peduli ku tak peduli, siang dan malam yang berganti

D F#m E
Sedihku ini tiada arti, jika kaulah sandaran hati

F#m E
Kaulah sandaran hati

Int: F#m A

F#m A
Inikah yang kau mau, benarkah ini janjimu

F#m E A
Hanya engkau yang ku tuju

F#m A
Pegang erat tanganku, bimbing langkah kakiku

F#m E A D E
Aku hilang arah tanpa hadirmu, dalam gelapnya malam hariku

Kembali ke Reff:

Coda: F# A

Konser Di Makasar

July 3rd, 2006 by letto

Minggu, 04-06-2006, Letto in Road Show di Score!

SETELAH sukses dengan single I’ll Find a Way di album kompilasi Pilih 2004, Letto kembali dipercaya oleh Musica Studio’s untuk menggarap album perdana mereka, Truth, Cry, and Lie.
Mengusung album yang berisi 10 lagu cinta itulah, band yang beranggotakan Noe (Vokal), Patub (Guitar), Dedi (Drum, perkusi), dan Arian pada bass ini siap menyapa kembali penikmat musiknya di Kota Makassar dalam acara bertema Letto in Road Show (goes to Makassar) di Score! Mal Panakkukang, Kamis (8/6).
Dalam event yang diadakan oleh Clasmild dan Hanggar Event Management Bali bekerjasama dengan You C 1000 dan Insto, band asal Yogyakarta ini akan meramaikan Score! bersama Asia Line Band, DJ Hard Rock Cafe Bali yang sudah manggung di Dejavu, Double Six, dan club-club ternama di Bali, yaitu DJ James Hendrik.

Beberapa di antara lagu yang akan dinyanyikan Letto, I’ll Find A Way, You and I, Truth, Cry, and Lie, Sandaran Hati, Ruang Rindu. Sebenarnya Cinta, Tak Bisa Biasa, Insensitive, No One Talk About Love Tonight, dan tentu saja hits mereka, Sampai Nanti Sampai Mati.
"Setelah tampil di Score!, Letto akan menyapa para penggemarnya di kota-kota lain seperti Palembang (Center Stage 9 Juni), Jambi (RDC Cafe 10 Juni), Pontianak (Tanggui Cafe 12 Juni), Medan (Retro Cafe 15 Juni)Pekanbaru (Hugo’s Cafe 16 Juni), Manado (Haha Cafe 28 Juni), dan Batam (No Name Cafe 29 Juni)," kata Haidir dari Clasmild.

Selanjutnya di www.the-letto.blogspot.com


Posted by All About Letto to :::: All About LETTO :::: at 7/03/2006 12:38:00 PM

Letto di Samarinda: Telat Karena Banjir

July 3rd, 2006 by letto

01 May 2006 / 10:58 am.

HUJAN deras yang mengguyur Kota Samarinda Sabtu (29/4) sore lalu, membuat beberapa kawasan Samarinda terendam air. Akibatnya, banjir melanda di beberapa daerah. Salah satunya di Mal Lembuswana, dimana pada malam harinya grup band asal Yogyakarta Letto Band ini, manggung. Namun, hal itu enggak menyurutkan niat penggemar Letto untuk menyaksikan band favoritnya.

Grup band yang dijadwalkan manggung pada pukul 19.00 Wita ini, terpaksa molor satu jam dari jadwal yang ditentukan. Personel Letto terjebak macet karena banjir di persimpangan Jl Dr Soetomo - Jl M Yamin.

Keterlambatan ini diisi dengan penampilan serangkaian lagu dari band pembuka serta pemberian dorprise oleh panitia. Meski telat, namun penampilan Letto di Mal Lembuswana tetap dinanti-nantikan para penggemarnya. Apalagi, konser yang digelar di Atrium Mal Lembuswana ini, tanpa dipungut biaya masuk alias gratis.

Selengkapnya di www.the-letto.blogspot.com

Konser Di Batam: Siapa Yang Takut Mati

July 3rd, 2006 by letto

01 Juli 2006. HAYO…siapa yang takut mati? Begitulah ucapan Noe ketika akan menyanyikan lagu Sampai Nanti Sampai Mati dalam konser Letto Tour Sumatra yang digelar di No Name Cafe, Kamis (29/6/2006) malam.
Tak pelak semua pengunjung No Name pun tertawa mendengarnya. Tapi tawa itu langsung berganti dengan teriakan histeris ketika Noe mulai melantunkan lagu andalan grup band asal
Yogyakarta itu.

Sebelum lagu ini, pengunjung sebelumnya sudah dibius dengan beberapa lantunan lagu yang diambil dari album perdana mereka berjudul Truth, Cry and Lie. Lagu-lagu seperti Sandaran Hati, Ruang Rindu, U and I, I’ll find It dan tentu saja lagu Sampai Nanti Sampai Mati pun semakin membuat suasana terhanyut.
Bahkan ada seorang penonton yang langsung maju ke depan, begitu Noe memintanya untuk menyanyikan reff lagu Sandaran Hati. "Nanti yang bisa menyanyikan reff lagu ini akan dapat ciuman dari Dedy (drummer Letto, red)," papar Noe.
Kontan saja seorang cewek langsung maju ke depan dan menyanyikan lagu itu dengan fasih. Bahkan para personel Letto memainkan reff lagu itu dengan irama dangdut.

Selanjutnya di sini


Posted by All About Letto to :::: All About LETTO :::: at 7/03/2006 12:59:00 PM