Noe: Letto Artinya tanpa Arti
LETTO adalah tanpa arti. Itulah pengertian nama band asal Kota Gudeg Yogyakarta.
Meski tak terdefinisi tapi Letto ingin memberikan arti di blantika musik Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan vokalis Letto Noe usai manggung di SMA 1 Balikpapan, Minggu (27/8) malam. "Letto itu berarti tanpa arti. Kita juga enggak tahu arti letto," jelas Noe.
Grup band yang berdiri April 2004 tersebut melambung setelah album pertama mereka yang bertitel truth, cry and lie meledak di pasaran lewat hitsnya sampai nanti sampai mati. Band yang digawangi Noe (vokalis), Dedi (drum), Ari (bass) dan Patub (gitar) ini senang dapat manggung kembali di kota Balikpapan. "Senang, ini kedua kalinya kami manggung di sini (Balikpapan). Sebelumnya kami pernah tampil di Hotel Bahtera," kata Neo. Putra budayawan Emha Ainun Nadjib tersebut senang melihat antusias masyarakat Balikpapan. Menurut pria berambut gondrong tersebut, saat manggung banyak penonton yang hapal dengan lirik lagu Letto, bukan hanya yang berlirik Indonesia, tapi juga yang berbahasa Inggris.
"Itu artinya, mereka (penonton) benar-benar bisa menikmati lagu-lagu kami," jelasnya. Namun, selain membidik pasar lokal Letto juga ingin menembus balantika musik mancnegara. Dengan kata lain Letto berniat untuk go international.
Cita-cita Letto tersebut bukan sekadar isapan jempol. Keseriusan Noe dkk menembus pasar internasional sudah terlihat sejak peluncuran album pertama Letto. Di album tersebut selain menyanyikan lagu berlirik bahasa Indonesia juga ada beberapa yang berbahasa Inggris, yakni U and I, Truth, Cry and Lie dan No One Talk About Love Tonight.
"Ya, kelemahan band Indonesia untuk go international kan bahasa. Karena itu, kami coba untuk menciptakan lagu berbahasa inggris, siapa tahu ada orang barat yang dengar dan langsung menjual Letto ke pasar internasional," kata Noe. Ia juga menambahkan bahwa, di album kedua mereka yang akan diluncurkan tahun depan, masih akan dihiasi dengan lagu-lagu berbahasa Inggris.
Selain membahas musik dan cita-cita Letto, Noe juga mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa gempa yang meluluhlantakkan DI Yogyakarta, terutama Kabupaten Bantul. Apalagi pada bencana alam yang menelan ribuan nyawa dan meratakan ribuan rumah dengan tanah tersebut juga menimpa personel Letto. Rumah Ari di Imogiri juga rata dengan tanah.
"Tapi untungnya enggak ada personel kami yang tewas," katanya. Karena itu, dalam beberapa bulan terakhir ini Letto sering mengumpulkan dana untuk membantu saudara mereka yang terkena gempa. Saat ditanya tentang koran Tribun Kaltim, Noe menjawab sudah pernah dengar, karena sebelumnya Letto juga pernah manggung di Balikpapan.
"Oya, tahu. Karena dulu kami juga pernah ke sini dan melihat waktu nginap di hotel" ungkapnya singkat. Bicara tentang Balikpapan, Noey mengaku asyik saja di Kota Minyak.
"Kota ini asyik, tapi sayang jika ke sini kami enggak sempat mutar-mutar karena harus cepat balik. Tapi yang pasti, Letto masih ingin terus manggung di Balikpapan. Sampai nanti, sampai mati," katanya.
(sumber: tribunkaltim.com, foto: musica)
–
Posted by All About Letto to .:: [All About LETTO] ::. at 9/12/2006 12:03:00 PM
October 18th, 2006 at 10:40 pm
band paling manteb diindonesia,semua tewas!!!cool,and i hope ur not one hit wonder!!kalo main dijakarta kabarin dong!!!pliz kiky_struggirl@yahoo.com
May 14th, 2007 at 8:41 pm
alamatnya letto dimana c?
November 2nd, 2007 at 2:34 am
LETTO Mengecewakan Pers & Komunitasnya
MOJOKERTO - Dalam gelar konsernya di GOR A.Yani kota Mojokerto, Jumat (26/10) lalu, group band aliran pop religi Letto, telah mengecewakan para fans dan wartawan media elektronik maupun cetak. Pasalnya, baik dari pihak managemen maupun EO yang mengundang Letto ke Mojokerto, tak menginjinkan ratusan fans dan wartawan untuk menemuinya dalam jumpa fans. Banyak fans dari band yang baru naik daun ini kecewa, khususnya para wartawan media cetak maupun elektronik yang sudah sejak siang menunggu kedatangan mereka.
Secara otomatis, sikap dari pihak Letto ini, sempat membuat wartawan naik pitam dan mengancam akan memblack list semua info tentang band Tolle (kebalikan dari Letto,red) ini. Menurut keterangan salah satu reporter radio di Mojokerto, tidak seharusnya pihak managemen Letto bersikap Arogan seperti itu. Pasalnya, group band atau artis manapun, tanpa PERS dan Fans, mereka bukan apa-apa. Dan sikap ini, akan menjadi bomerang bagi Letto sendiri.
Sementara itu, manager Letto, Aldi Shady Akuratno saat dikonfirmasi masalah ini, mengatakan bahwa tudingan itu tidak benar. Pihak managemen Letto, khususnya personil Letto, selalu terbuka dengan wartawan, khususnya para fans Letto yang tergabung dalam Letto Community. Mengenai wartawan yang tidak bisa menemui atau wawancara saat konser di Mojokerto kemarin, itu karena tidak ada pemberitahuan dari pihak panitia atau Event Organizer yang bersangkutan. “Siapa bilang kami tertutup dengan wartawan. Tadi siang kami juga sempat wawancara via HP dengan wartawan dari Pasuruan,” kata Aldi, saat di temui di belakang panggung.
Sangat disayangkan lagi, Noe sang vokalis Letto saat akan ditemui wartawan dibelakang panggung, terkesan lari menghindar. Tentu saja, hal ini sangat mengecewakan semua pihak. Beberapa wartawan yang saat itu sedang adu urat saraf dengan manager Letto, Aldi, juga disaksikan beberapa aparat kepolisian dan guard, langsung menyatakan kekecewaannya. Sikap kecewa para kuli tinta ini, ditunjukkan dengan meninggalkan lokasi dengan damai. Apakah sikap seperti ini, yang akan membuat band atau figur menjadi besar..? Ataukah sebaliknya..?? Bangsa ini terus memuja kecongkakan dan kesombongan..?? Dari tanah kembali ke tanah…(gie)
SUMBER : http://www.putra-mojokerto.blogspot.com/
May 19th, 2008 at 1:30 am
is noe a muslim or not???
June 7th, 2009 at 1:10 am
o ya almt lettomn c?
June 7th, 2009 at 1:50 am
carany jd frindsterny letto gmn ya?waduh bnyk nnya……