Archive for September, 2006

Noe: Letto Artinya tanpa Arti

Monday, September 11th, 2006

 

LETTO adalah tanpa arti. Itulah pengertian nama band asal Kota Gudeg Yogyakarta.

Meski tak terdefinisi tapi Letto ingin memberikan arti di blantika musik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan vokalis Letto Noe usai manggung di SMA 1 Balikpapan, Minggu (27/8) malam. "Letto itu berarti tanpa arti. Kita juga enggak tahu arti letto," jelas Noe.

Grup band yang berdiri April 2004 tersebut melambung setelah album pertama mereka yang bertitel truth, cry and lie meledak di pasaran lewat hitsnya sampai nanti sampai mati. Band yang digawangi Noe (vokalis), Dedi (drum), Ari (bass) dan Patub (gitar) ini senang dapat manggung kembali di kota Balikpapan. "Senang, ini kedua kalinya kami manggung di sini (Balikpapan). Sebelumnya kami pernah tampil di Hotel Bahtera," kata Neo. Putra budayawan Emha Ainun Nadjib tersebut senang melihat antusias masyarakat Balikpapan. Menurut pria berambut gondrong tersebut, saat manggung banyak penonton yang hapal dengan lirik lagu Letto, bukan hanya yang berlirik Indonesia, tapi juga yang berbahasa Inggris.

"Itu artinya, mereka (penonton) benar-benar bisa menikmati lagu-lagu kami," jelasnya. Namun, selain membidik pasar lokal Letto juga ingin menembus balantika musik mancnegara. Dengan kata lain Letto berniat untuk go international.

Cita-cita Letto tersebut bukan sekadar isapan jempol. Keseriusan Noe dkk menembus pasar internasional sudah terlihat sejak peluncuran album pertama Letto. Di album tersebut selain menyanyikan lagu berlirik bahasa Indonesia juga ada beberapa yang berbahasa Inggris, yakni U and I, Truth, Cry and Lie dan No One Talk About Love Tonight.

"Ya, kelemahan band Indonesia untuk go international kan bahasa. Karena itu, kami coba untuk menciptakan lagu berbahasa inggris, siapa tahu ada orang barat yang dengar dan langsung menjual Letto ke pasar internasional," kata Noe. Ia juga menambahkan bahwa, di album kedua mereka yang akan diluncurkan tahun depan, masih akan dihiasi dengan lagu-lagu berbahasa Inggris.

Selain membahas musik dan cita-cita Letto, Noe juga mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa gempa yang meluluhlantakkan DI Yogyakarta, terutama Kabupaten Bantul. Apalagi pada bencana alam yang menelan ribuan nyawa dan meratakan ribuan rumah dengan tanah tersebut juga menimpa personel Letto. Rumah Ari di Imogiri juga rata dengan tanah.

"Tapi untungnya enggak ada personel kami yang tewas," katanya. Karena itu, dalam beberapa bulan terakhir ini Letto sering mengumpulkan dana untuk membantu saudara mereka yang terkena gempa. Saat ditanya tentang koran Tribun Kaltim, Noe menjawab sudah pernah dengar, karena sebelumnya Letto juga pernah manggung di Balikpapan.

"Oya, tahu. Karena dulu kami juga pernah ke sini dan melihat waktu nginap di hotel" ungkapnya singkat. Bicara tentang Balikpapan, Noey mengaku asyik saja di Kota Minyak.

"Kota ini asyik, tapi sayang jika ke sini kami enggak sempat mutar-mutar karena harus cepat balik. Tapi yang pasti, Letto masih ingin terus manggung di Balikpapan. Sampai nanti, sampai mati," katanya.

(sumber: tribunkaltim.com, foto: musica)


Posted by All About Letto to .:: [All About LETTO] ::. at 9/12/2006 12:03:00 PM

Manisnya Sweet-Pop Letto

Sunday, September 10th, 2006

CUKUP pantas kalau nama Letto kini menjadi band pendatang baru yang naik daun.
Terbukti dengan mengusung sweet-pop-nya Letto mampu membuat fansnya tersenyum puas.
Inilah yang tergambar di gelaran final gelaran LA Light 100% Enjoy Jambore Ekonomic Music Festival (JEMF) di Sasana Bina Krida Budaya Banjarmasin, Minggu (11/6). Band yang pernah masuk di kompilasi Pilih 2004 dengan menyodorkan tembang I’ll Find Away ini disambut heboh.

Ramuan musik band asal Yogyakarta lewat lagu Sampai Nanti, Sampai Mati yang menjadi single pertama album mereka Truth, Cry and Lie, begitu tenar. Pantas saja saat Noe sang vokalis menaiki panggung dengan gayanya yang khas sambil melompat, terdengar teriakan histeris memanggil Letto.
"Apa kabar Banjarmasin, kami cukup bangga bisa tampil di depan kalian!" sapa Noe di awal aksinya. Setelah disambut suara histeris fansnya akhirnya menggema cabikan bas Ari, lalu petikan gitar Agus serta gebukan drum Dedi.
Wajar saja,fans beratnya langsung merapat ke panggung. Setelah tembang I’ll Find Away-nya dilanjutkan Sampai Nanti, Tak Bisa Biasa, Sebenarnya Cinta U&I, serta pamungkas Sandaran Hati.

Pesona grup musik pendatang baru yang hari itu seluruh personilnya mengenakan ikat hitam di lengan sebagai tanda berkabung atas nasib Jogja, bagai magnet tersendiri.
Koor massal selalu mengiring dan Letto lovers serasa tak ingin berhenti mengikuti alunan tembang yang mereka kemas dengan nada pelog dan Slendro ala gamelan Jawa dalam kemasan musik kekinian.

Selengkapnya di www.the-letto.blogspot.com


Posted by All About Letto to .:: [All About LETTO] ::. at 9/07/2006 07:26:00 AM

__._,_.___

Letto Berdangdut dengan ‘Sandaran Hati’

Saturday, September 9th, 2006

MAKASSAR, Jumat, 25-08-2006
Suasana tenang di Liquidroom Hotel Clarion & Convention Makassar pada Rabu malam (23/8) berubah menjadi meriah, ketika pada sekitar pukul 23.30 Letto memulai aksi panggungnya.
Pengunjung langsung menyambut hangat band asal
Yogyakarta itu begitu membawakan lagu pertamanya hingga akhir.
Letto yang diperkuat Noe (Vokal, kibor), Patub (Gitar), Araimn (Bass) dan Dedy (Drum, Perkusi) tampil kurang lebih Satu jam penuh membawakan tembang-tembang hitnya, seperti Ruang Rindu, Sampai Nanti Sampai Mati dan Sandaran Hati.

Bahkan Suasana menjadi heboh ketika Noe, sang vokalis turun dari panggung mengajak pengunjung bergoyang bersama.
Takkala menyempatkan diri membawakan Sandaran Hati untuk yang kedua kalinya dengan irama dangdut.
"Tadi sebelum manggung saya diminta membawakan Sandaran Hati Dua kali.
Makanya yang kedua kalinya ini dalam irama dangdut," serunya kepada pengunjung untuk ikut bergorang.
"Kita harus mencintai seluruh karya Indonesia, termasuk dangdut. Makanya tidak salah jika kita bergoyang dangdut," tambahnya.
Kontan pengunjung langsung ikut bergoyang mengikuti irama Sandaran Hati versi dangdut yang dibawakan Letto.

Pada malam itu tidak ketinggalan Letto membawakan sejumlah lagu barat, baik yang merupakan lagu sendiri, seperti You and I dan sejumlah lagu dari band barat misalnya lagu dari Queen.


(Abdullah, Ujungpandang Express)



Posted by All About Letto to .:: [All About LETTO] ::. at 8/30/2006 07:29:00 AM

__._,_.___